Senin, 28 Januari 2013

Penelitian Eksperimen (makalah MP3M)


MAKALAH



PENELITIAN EKSPERIMEN



Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas TerstrukturPada Mata Kuliah
Metodologi Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika







Oleh: P.Mtk V.A

ELFI WAHYUNI                    : 2410. 017
RAHMA PUTRI                      : 2410. 027
Riski Jumiati                      : 2410. 038
FebBy Erlisandi               : 2410. 040




dosen Pembimbing:
M. Imamuddin, M.Pd





PRODI PENDIDIKAN  MATEMATIKA JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
 SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
2012 M/1433 H





KATA PENGANTAR


Puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah Metodologi Penelitian Perencanaan dan Pengajaran Matematika dengan judul ”Penelitian Eksperimen” ini tepat pada waktunya. Shalawat beriringan salam penulis do’akan kepada Allah SWT agar senantiasa tercurahkan buat tambatan hati pautan cinta kasih yakninya Nabi Muhammad SAW.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini secara umumnya dan kepada Dosen Pembimbing  Metodologi Penelitian Perencanaan dan Pengajaran Matematika secara khususnya.
Penulis menyadari dalam peyusunan makalah ini banyak terdapat kekurangan karena penulis masih dalam  tahap pembelajaran. Namun, penulis tetap berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat penulis harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada makalah penulis berikutnya. Untuk itu penulis ucapkan terima kasih.

                                                            Bukittinggi,   Oktober  2012    
            

                                                                                                                                                                                                                    Penulis     


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Kata Pengantar
Dalam melakukan penelitan banyak sekali pilihan metode yang dapat digunakan. Namun tidak semua metode cocok digunakan, metode yang dipilih harus sesuai dengan tujuan penelitian. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam penelitia adalah metode eksperimen. Terutama dalam penelitian pendidikan, salah satu metode yang banyak digunakan adalah metode penelitian eksperimen.
Untuk dapat melaksanakan suatu eksperimen yang baik, perlu dipahami terlebih dahulu segala sesuatu yang berkait dengan komponen-komponen eksperimen. Baik yang berkaitan dengan variabel, hakekat, karakteristik, tujuan, syarat-syarat, langkah-langkah penelitian, serta validitas dalam penelitian eksperimen.
Selanjutnya, untuk lebih memahami mengenai penelitian eksperimen, dalam makalah ini yang berjudul Penelitian Eksperimen” akan dibahas mengenai metode penelitian eksperimen beserta hal-hal yang terkait di dalamnya.
B.  Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian penelitian eksperimen?
2.    Apa itu variabel dalam penelitian eksperimen?
3.    Bagaimana karakteristik penelitian eksperimen?
4.    Apa saja tujuan penelitian eksperimen?
5.    Apa saja syarat-syarat penelitian eksperimen?
6.    Bagaimana proses penelitian eksperimen?
7.    Bagaimana validitas penelitian eksperimen?
8.    Apa contoh penelitian eksperimen?

 C.  Tujuan Penulisan
1.    Menyebutkan pengertian penelitian eksperimen
2.    Menjelaskan variabel dalam penelitian eksperimen
3.    Menjelaskan apa-apa saja karakteristik penelitian eksperimen
4.    Menjelaskan tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian eksperimen
5.    Menjelaskan validitas dalam penelitian eksperimen
6.    Menjelaskan bagaimana proses yang dilakukan dalam penelitian eksperimen
7.    Menjelaskan bagaimana suatu penelitian eksperimen itu dikatakan valid
8.    Memberikan beberapa contoh dari penelitian Eksperimen




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Penelitian Eksperimen
Hakekat penelitian eksperimen (experimental research) adalah meneliti pengaruh perlakuan terhadap perilaku yang timbul sebagai akibat perlakuan (Alsa 2004). Manurut Hadi (1985) penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti. Sejalan dengan hal tersebut, Latipun (2002) mengemukakan bahwa penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan dengan melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati. Penelitian eksperimen pada prisipnya dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat (causal-effect relationship) (Sukardi 2011:179). Selanjutnya, metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan utuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono 2011:72).
Berdasarkan definisi dari beberapa ahli tersebut, dapat dipahami bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian. Jadi penelitian eksperimen dalam pendidikan adalah kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan/tindakan/treatment pendidikan terhadap tingkah laku siswa atau menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh tindakan itu jika dibandingkan dengan tindakan lain.
Menurut Sukardi (2011:180), penelitian eksperimen dalam bidang pendidikan dibedakan menjadi dua yaitu penelitian di dalam laboratorium dan di luar laboratorium. Sehubungan dengan subjek dalam pendidikan adalah siswa, penelitian yang paling banyak dilakukan adalah di luar laboratorium. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki oleh penelitian di luar laboratorium. Selain itu, penelitian eksperimen juga lebih cocok dilakukan dalam bidang pendidikan[1]

B.  Variabel dalam Penelitian Eksperimen
Dalam penelitian eksperimen dikenal beberapa variabel. Variabel adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi, keadaan, faktor, perlakuan, atau tindakan yang diperkirakan dapat memengaruhi hasil eksperimen. Variabel yang berkaitan secara langsung dan diberlakukan untuk mengetahui suatu keadaan tertentu dan diharapkan mendapatkan dampak/akibat dari eksperimen sering disebut variable eksperimental (treatment variable), dan variabel yang tidak dengan sengaja dilakukan tetapi dapat memengaruhi hasil eksperimen disebut variable noneksperimental.
Variabel eksperimental adalah kondisi yang hendak diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap suatu gejala. Untuk mengetahui pengaruh varibel itu, kedua kelompok, yaitu kelompok eksperimental dan kontrol dikenakan variable eksperimen yang berbeda atau yang bervariasi.
Variabel noneksperimental sebagian dapat dikontrol, baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Ini disebut variabel kontrol atau controlled variabel. Akan tetapi, sebagian lagi dari variabel non-eksperimen ada di luar kekuasaan eksperimen untuk dikontrol atau dikendalikan. Jenis variabel ini disebut variabel ekstrane atau extraneous variabel. Dalam setiap eksperimen, hasil yang berbeda pada kelompok eksperimen dan kontrol sebagian disebabkan oleh variable eksperimental dan sebagian lagi karena pengaruh variabel ekstrane. Oleh karena itu, setiap peneliti yang akan melakukan eksperimen harus memprediksi akan munculnya variabel pengganggu ini.[2]
C.  Karakteristik Penelitian Eksperimen
Menurut Ary (1985), ada tiga karakteristik penting dalam penelitian eksperimen, anatara lain:
1.    Variabel bebas yang dimanipulasi
Memanipulasi variabel adalah tindakan yang dilakukan oleh peneliti atas dasar  pertimbangan ilmiah. Perlakuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka untuk memperoleh perbedaan efek dalam variabel yang terkait.

2.    Variabel lain yang berpengaruh dikontrol agar tetap konstan
Mengontrol merupakan usaha peneliti untuk memindahkan pengaruh variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi variabel terkait. Dalam pelaksanaan eksperimen, group eksperimen dan group kontrol sebaiknya diatur secara intensif agar karakteristik keduanya mendekati sama.
3.     Observasi langsung oleh peneliti
Tujuan dari kegiatan observasi dalam penelitian eksperimen adalah untuk melihat dan mencatat segala fenomena yang muncul yang menyebabkan adanya perbedaan diantara dua group.[3]
D.  Tujuan Penelitian Eksperimen
Tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda. Misalnya, suatu eksperimen dalam bidang pendidikan dimaksudkan untuk menilai/membuktikan pengaruh perlakuan pendidikan (pembelajaran dengan metode problem solving) terhadap prestasi belajar dan kemampuan komunikasi matematika pada siswa SMP atau untuk menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh perlakuan tersebut jika dibandingkan dengan metode konvensional.
Selanjutnya, tindakan di dalam eksperimen disebut treatment, dan diartikan sebagai semua tindakan, semua variasi atau pemberian kondisi yang akan dinilai/diketahui pengaruhnya. Sedangkan yang dimaksud dengan menilai tidak terbatas pada mengukur atau melakukan deskripsi atas pengaruh treatment yang dicobakan tetapi juga ingin menguji sampai seberapa besar tingkat signifikansinya (kebermaknaan atau berarti tidaknya) pengaruh tersebut jika dibandingkan dengan kelompok yang sama tetapi diberi perlakuan yang berbeda.
E.   Syarat-syarat Penelitian Eksperimen
Sebuah penelitian dapat berjalan baik dan memberikan hasil yang akurat jika dilaksanakan dengan mengikuti kaidah tertentu. Seperti halnya dengan penelitian eksperimen, akan memberikan hasil yang valid jika dilaksanakan dengan mengikuti syarat-syarat yang ada. Berkaitan dengan hel tersebut, Wilhelm Wundt dalam Alsa (2004) mengemukakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian eksperimental, yaitu:
1.    peneliti harus dapat menentukan secara sengaja kapan dan di mana ia akan melakukan penelitian;
2.    penelitian terhadap hal yang sama harus dapat diulang dalam kondisi yang sama;
3.    peneliti harus dapat memanipulasi (mengubah, mengontrol) variabel yang diteliti sesuai dengan yang dikehendakinya;
4.    diperlukan kelompok pembanding (control group) selain kelompok yang diberi perlakukan (experimental group)[4].
F.   Langkah-langkah Penelitian Eksperimen
Langkah-langkah dalam penelitian eksperimen pada dasarnya hampir sama dengan penelitian lainnya. Menurut Gay (1982 : 201) langkah-langkah dalam penelitianeksperimen yang perlu ditekankan adalah sebagai berikut.
1.    Adanya permasalahan yang signifikan untuk diteliti.
2.    Pemilihan subjek yang cukup untuk dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
3.    Pembuatan atau pengembangan instrumen.
4.    Pemilihan desain penelitian.
5.    Eksekusi prosedur.
6.    Melakukan analisis data.
7.    Memformulasikan simpulan[5].
Langkah-langkah pokok penelitian eksperimen meliputi:
1.    Lakukan telaah kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan.
2.    Identifikasi dan definisikan masalahnya.
3.    Rumuskan hipoteisis, tentukan faktor-faktor yang berpengaruh, dan definisikan istilah-istilah pokok dan variabel-varibel penelitiannya.

4.    Susun rencana eksperimennya:
a)    Identifikasi seluruh variabel non-eksperimental yang mungkin mengkontaminasi eksperimen dan tentukan bagaimana untuk mengontrol variabel tersebut.
b)   Pilihlah rancangan penelitiannya.
c)    Pilihlah sampel dari subyek yang representatif bagi populasi, tentukan subyek untuk kelompok kontrol dan tentukan kelompok-kelompok perlakuan eksperimen.
d)   Pilih atau susun dan validasi instrumen yang akan digunakan untuk mengukur hasil eksperimen
e)    Rancangkan prosedur pengumpulan data dan kemungkinan melakukan pilot atau uji coba untuk menyempurnakan instrumen atau rancangan.
f) Rumuskan hipotesis statistik atau hipotesis nolnya.
5.    Lakukan eksperimen
6.    Aturlah/susun data mentah yang diperoleh, dengan tujuan pengaturan data tersebut akan menghasilkan kesimpulan paling baik terhadap efek yang diperkirakan akan ada.
7.    Terapkan uji signifikansi untuk menentukan taraf kepercayaan terhadap hasil peneltian .
8.    Buatlah interpretasi terhadap hasil pengujian tersebut, berikan diskusi, dan buatlah laporannya[6].
G.  Validitas Penelitian Eksperimen
Kata validitas berarti dapat diterima atau absah. Istilah ini mengandung pengertian bahwa sesuatu yang dinyatakan valid atau absah berarti telah sesuai dengan kebenaran yang diharapkan sehingga dapat diterima dalam suatu kriteria tertentu.
Validitas dalam penelitian eksperimen mengandung beberapa kelemahan yang harus dipertimbangkan, antara lain:


1.    Validitas internal (internal validity)
Dalam setiap penelitian eksperimental yang berkaitan dengan validitas internal mengandung beberapa kelemahan. Menurut Cambell dan Stanley dalam Ross dan Morrison (2003 : 1024) ada beberapa kelemahan dalam validitas internal, antara lain:
a.    history
b.    maturation
c.    testing
d.    instrumentation
e.    selection
f. statistical regretion
g.    experiment mortality[7]
2.    Validitas eksternal (ekternall validity)
Selain dipengaruhi oleh validitas internal, eksperimen juga dipengaruhi oleh validitas eksternal, antara lain:
a.    interaction of treatments and treatments
Kelemahan ini terjadi apabila pengalaman responden lebih dari satu treatment. Seseorang yang dipilih sebagai objek eksperimen mungkin pernah mengalami eksperimen yang sama maka pengamatan kedua terhadap si responden tersebut akan menjadi bias.
b.     interaction of testing and treatment
Dalam eksperimen pretest, responden harus dipekekan agar mendorong eksperimen dengan alternatif yang berbeda.
c.     interaction of selection and treatment
Hal ini menimbulkan pertanyaan dalam membuat generalisasi antara beberapa kategori manusia antar grup. Sebab diantara mereka telah terjadi hubungan original yang telah terbentuk sebelumnya.
d.     interaction of setting and treatment
Antara setting penelitian dengan treatment yang dilakukan akan terjadi interaksi diantara keduanya. Dengan demikian interaksi keduanya akan mendukung jalannya proses penelitian yang sedang dilakukan.
e.    interaction of history and treatment
Kadangkala terjadi hubungan sebab akibat antara kejadian masa lalu dan masa sekarang yang merupakan kejadian tak biasa dan berpotensi tidak dapat diukur dalam penelitian[8].
Selanjutnya, untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut, ada empat strategi umum yang dapat digunakan untuk memperbaiki validitas eksternal, antara lain:
1.    Menggunakan pilihan acak (randomly) untuk memilih orang, setting, atau waktu yang digunakan dari populasi yangada agar generalisasi menjadi lebih baik.
2.    Membuat agar grup individu, manusia ataupun settingnya dibuat heterogen. Langkah ini ditempuh jika pendekatan random tidak dapat digunakan.
3.    Individu, setting, dan waktu dikonsentrasikan agar memperoleh satu grup modal populasi.
4.    Menggunakan terget populasi yang spesifik (individu, seting, waktu) untuk memenuhi target yang ingin dicapai.
Dalam setiap penelitian eksperimen perlu diketahui persoalan-persoalan tentang internal maupun eksternal validitas agar subjektifitas dalam penelitian dapat dihindari.
H. Contoh-Contoh penelitian
1.    Menyelidiki pengaruh dua jenis metode mangajar terhadap hasil belajar mata pelajaran tertentu, berdasarkan ukuran kelas (kelas besar dan kecil) dan taraf intelegensi siswa (tinggi, sedang dan rendah) dengan cara menempatkan guru secara random berdasarkan intelegensia, ukuran kelas, dan metode mengajar
2.    Penelitian untuk menyelidiki pengaruh program pencegahan penyalahgunaan obat terhadap sikap para siswa SMP, dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu kelompok yang diperkenalkan dan tidak diperkenalkan dengan program tersebut tersebut dengan menggunakan pretest-posttest design, dimana hanya setengah dari siswa-siswa tersebut diberikan pretest untuk menentukan seberapa banyak perubahan sikap dapat dikatakan disebabkan oleh pretesting atau oleh program pendidikan.
3.    Studi untuk menyelidiki perbedaan pemahaman sains di kelas satu Sekolah Dasar, antara siswa yang berasal dari Taman Kanak-Kanak dan yang tidak melalui Taman Kanak-Kanak.


BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas, dapat diperoleh simpulan bahwa penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu treatment atau perlakuan terhadap subjek penelitian.
Metode eksperimen merupakan metode yang paling produktif karena jika dilakukan dengan baik akan dapat menjawab hipotesis yang utamanya berkaitan dengan hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, penelitian yang sering dilakukan peneliti dalam dunia pendidikan adalah penelitian eksperimen.
B.  Saran
Dalam pembuatan makalah ini banyak penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangannya. Namun penulis tetap berharap makalah ini tetap memberikan manfaat bagi pembaca. Dibalik kekurangan tersebut penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk kelengkapan dan lebih sempurnanya pambuatan makalah dimasa akan dating. Atas kritik dan saran yang diberikan penulis haturkan banyak terima kasih.


DAFTAR KEPUSTAKAAN

Emzir. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Suryabrata, Sumadi. (2011). Metode Penelitian. Jakarta: PT RajaGravindo Persada


[3] Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009), h.180-182
[5] Emzir,… h.183
[6] Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 004) h. 90-91
[7] Nana Syaodih Sukmadinata , Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2007), h.199-201

Jumat, 18 Januari 2013

Perencanaan Pengajaran (Makalah)

             



PERENCANAAN PENGAJARAN
                                                                        
Makalah


diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur
Pada Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran





Oleh:
kELOMPOK 1

Yuli Ely Hermanti            : 2410.002
Rora Tri Suryaningsih      : 2410.010
Elfi Wahyuni                   : 2410.017
Elmi Juita                        : 2410.022
Rahma Putri                    : 2410.027
Rizki Jumiati          : 2410.038
Fandi Pratama                  : 2410.041


dosen Pembimbing:
M. Imamuddin, M.Pd
dddd

OJURUSAN TARBIYAH PRODI PENDIDIKAN  MATEMATIKA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
2012 M/1433 H

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Perencanaan adalah pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu tugas. Jadi Perencanaan Pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar tersebut di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu situasi interaksi guru dan murid, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Karena dengan perencanaan itu, maka seseorang guru akan bisa memberikan pelajaran dengan baik, karena ia dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara tegas, mantap dan fleksibel. Karena membuat perencanaan yang baik, maka seorang akan tumbuh menjadi seorang guru yang baik. Seorang bisa menjadi guru yang baik adalah berkat pertumbuhan, berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus, walaupun faktor bakat ikut pula berpengaruh.
Selanjutnya, untuk lebih memahami mengenai perencanaan pengajaran tersebut, dalam makalah ini yang berjudul Perencanaan Pembelajaran akan dibahas mengenai pengertian perencanaan pembelajaran dan hal-hal lain yang terkait dengannya.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan perencanaan pembelajaran ?
2.      Apa saja masalah-masalah pokok dalam perencanaan pengajaran?
3.      Bagaimana proses perencanaan pengajaran?
4.      Apa saja jenis-jenis perencanaan pengajaran?
5.      Bagaimana konsep perencanaan pembelajaran pembelajaran?
6.      Apa manfaat dari perencanaan pembelajaran?
C.  Tujuan Penulisan
1.      Menjelaskan pengertian perencanaan pengajaran.
2.      Menjelaskan apa-apa saja masalah-masalah pokok dalam perencanaan pengajaran.
3.      Menjelaskan bagaimana proses proses perencanaa pembelajaran.
4.      Menyebutkan apa-apa saja jenis dari perencanaan pembelajaran.
5.      Menjelaskan bagaimana konsep perencanaan pembelajaran.
6.      Menjelaskan manfaati dar perencanaan pembelajaran.
       



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Perencanaan Pengajaran
Kaufman mengatakan “perencanaan pengajaran adalah suatu proyek tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan abstrak dan bernilai, didalamnya mencakup elemen-elemen:
1.    Mengidentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan
2.    Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang perlu diprioritaskan
3.    Spesifikasi rinci hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang diprioritaskan
4.    Identifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap pilihan
5.    Sekuensi hasi yang diperlukan untuk mencapai kebutuhan yang dirasakan
6.    Identifikasi strategi alternative yang mungkin dan alat atau tool untuk melengkapi tiap persyaratan dalam mencapai tiap kebutuhan, termasuk didalamnya merinci keuntungan dan kerugian tiap strategi dan alat yang dipakai.[1]
Berikut ini definisi tentang perencanaan pembelajaran menurut para ahli:
1.    Ritchy
Ilmu yang merancang detail spesifik untuk pengembangan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas penegetahuan diantara satuan besar dan kecil persoalan pokok.
2.    Smith & Ragan
Proses sistematis dalam mengertikan prinsip belajar dan pembelajaran ke dalam rancangan untuk bahan dan aktivitas pembelajaran. Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pemebelajaran ke dalam rancangan untuk bahan dan aktivitas pemebelajaran.
3.    Zook
Proses berfikir sistematis untuk mebantu pelajar memahami (belajar)
4.    Ibrahim
Kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pembelejaran, cara apa yang dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, materi apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikan, serta alat atau media apa yang diperlukan.
5.    Banghart dan Trull
Proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran, dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa satu semester yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
6.    Toeti Sukamto
Pengembangan pembelajran yang merupakan sebgai sistem yang akan terintegrasi dan terdiri dari beberapa unsur yang salin berinteraksi.
7.    Nana Sudjana
Kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran (PBM) yaitu dengan mengkoordinasikan (mengatur dan merespon) komponen-komponen pembelajarn sehingga arah kegiatan (tujuan), isi kegiatan (materi), cara penyampaian kegiatan (metode dan teknik), serta bagaimana mengukurnya (evaluasi) menjadi jelas dan sistematis.[2]
Perencanaan mengandung 6 pokok pikiran, yakni:
1.    Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan
2.    Keadaan masa depan yang diinginkan itu kemudian dibandingkan dengan keadaan sekarang, sehingga dapat dilihat kesenjangannya
3.    Untuk menutupi kesenjangan itu perlu dalakukan usaha-uasaha
4.    Uasaha yang dilakukan untuk menutupi kesenjangan itu dapat beraneka ragam dan merupakan alternative yang mungkin ditempuh
5.    Pemilihan alternative yang paling baik dalam arti yang mempunyai efektifitas dan efiensi yang paling tinggi perlu dilakukan
6.    Alternative yang dipilih harus dirinci sehingga dapat menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan apabila akan dilaksanakan
Karakteristik perencanaan pengajaran:
1.    Merupakan proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan social dan konsep-konsepnya dirancang oleh banyak orang
2.    Merupakan konsep dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk mengharapkan demikian
3.    Perencaan terdiri dari beberapa aktifitas yang dapat dikategorikan menjadi prosedur-prosedur dan pengarahan
4.    Perencanaan pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi pemborosan, duplikasi salah penggunaan dan salah dalam menejemen.
Dimensi-dimensi perenacanaan pengajaran:
1.    Signifikansi
Tingkat signifikasi tergantung pada kegunaan sosial dari tujuan pendidikan yang diajukan
2.    Feasibilitas
Salah satu factor penentu adalah otoritas political yang memadai, sebab dengan itu feasibilitas teknik dan estimasi biaya serta aspek-aspek lain dapat dibuat dalam pertimbangan yang realistik
3.    Relevansi
Perencanaan pengajaran memungkinkan penyelesaian persoalan secara lebih spesifik pada waktu yang tepat agar dapat dicapai tujuan secara optimal
4.    Kepastian atau defenitivenes
Penggunaan teknik dan metode meminimumkan kejadian-kejadian tak terduga
5.    Ketelitian atau parsimoniusness
Perencanaan pengajaran disusun dalam bentuk yang sederhana. Dalam penerapannya diperlukan alternative dan dapat mempertimbangkan alternative mana yang terbaik
6.    Adaptabilitas
Perencanaan pengajaran bersifat dinamis, sehingga perlu mencari informasi sebagai unpan balik atau balikan. Penggunaan berbagai proses memungkinkan perencanaan pengajaran yang fleksibel atau adaptable dapat dirancang untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.
7.    Waktu
Validitas dan reabilitas yang dipakai serta kapan untuk menilai kebutuhan pendidikan masa kini dalam kaitannya dengan masa mendatang
8.    Terbaik monitoring atau pemantauan
Menjamin agar pelaksanaannya berjalan dengan mulus, perlu dikembangkan prosedur yang memungkinkan perencanaan pengajaran menentukan alasan-alasan mengadakan variasi dalam perencanaan
9.    Isi perencanaan
Perencanaan perlu memuat:
a)    Tujuan
b)   Program dan layanan, bagaimana cara mengorganisasikannya
c)    Tenaga manusia, yaitu mencakup cara-cara mengembangkan prestasi spesialisasi, prilaku, kompetensi, maupun kepuasan lainnya
d)   Bangunan fisik, mencakup tentang cara-cara penggunaannya
e)    Keuangan, meliputi rencana pengeluaran dan rencana penerimaan
f) Struktur organisasi, maksudnya bagaimana cara mengorganisasikan dan memanajemen operasi dan pengawasan program dan aktifitas pendidikan
g)    Konteks social atau elemen-elemen lainnya yang perlu dipertimbangkan.[3]
B.  Konsep Perencanaan Pembelajaran
Disebutkan bahwa konsep perencanaan pembelajaran dapat dilihat dari berbagai sudt pandang, diantaranya:
1.    Perencanaan pembelajaran sebagai teknologi, dimana perencanaan pembelajaran akan mendorong penggunaan teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan teori-teori yang konstruktif terhadap pembelajaran;
2.    Perencanaan pembelajaran sebagai suatu sistem, dimana terdapat susunan   sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran;
3.    Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah disiplin ilmu, di mana perencanaan pembelajaran merupakan cabang dari suatu pengetahuan yang senantiasa menghasilkan proses yang secara sistemik diimplementasikan;
4.    Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah proses; dan
5.    Perencanaan pembelajaran sebagai suatu realitas.
C.  Manfaat Perencanaan Pembelajaran
Adapun manfaat perencanaan pembelajaran antara lain:
1.    Sebagai petunjuk atau arah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran;
2.    Sebagai pola dasar dalam mengatus tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam proses pembelajaran;
3.    Sebagai alat ukur keefektifan kegiatan pembelajaran;
4.    Sebagai bahan dasar penyusunan data untuk memperoleh keseimbangan kerja;
5.    Untuk penghematan waktu, tenaga, biaya, alat, dsb.[4]
Perencanaan pengajaran mempunyai beberapa faktor yang mendukung tujuan pembelajaran tercapai misalnya :
  1. Persiapan sebelum mengajar
  2. Situasi ruangan dan letak sekolah dari jangkauan kendaraan umum
  3. Tingkat intelegensi siswa
  4. Materi pelajaran yang akan disampaikan
D.  Masalah-masalah Pokok Dalam Perencanaan Pengajaran
Hal-hal yang perlu dipertanyakan dalam perencanaan pengajaran adalah:
1.    Tujuan dan fungsi pendidikan apa yang harus diprioritaskan dengan masing-masing subsistemnya
2.    Alternative apa yang terbaik yang mungkin untuk dilaksanakan untuk mencapai bermacan tujuan dan fungsi
3.    Seberapa jauh sumberdaya yang dimiliki oleh bangsa atau masyarakat yang akan diikut sertakan dalam pendidikan
4.    Siapa yang akan membiayai
5.    Begaimana hendaknya sumber yang diperuntukkan bagi pendidik
Terdapat 3 pendekatan terhadap perencanaan pengajaran, yakni:
1.    Pendekatan tuntutan social
Tuntutan social diartikan sebagai kumpulan tuntutan umum untuk memperoleh pendidikan.
Ada beberapa kritik terhadap pendekatan ini:
a)    Pendekatan ini mengabaikan masalah alokasi sumber nasional dan menganggap bahwa tidak menjadi persoalan berapa banyak sumber itu dialokasikan kesektor pendidikan
b)   Tidak mempedulikan apakah tenaga kerja terdahulu banyak atau terlalu sedikit
c)    Pendidikan menjadi suatu bentuk investasi modal yang kurang produktif
d)   Menurunnya kualitas guru dan wibawa mereka secara drastis
2.    Pendekatan tenaga kerja
Pendekatan tenaga kerja melalui pendidikan merupakan syarat penting dalam investasi strategis terhadap pembangunan nasional, namun dalam pelaksanaannya terdapat kelemahan:
a)    Hannya mampu memberi bimbingan yang terbatas kepada para perencana
b)   Klasifikasi pekerjaan dan perbandingan tenaga kerja antara profesi kurang sesuai dengan kebutuhan nyata
c)    Mengingat cepatnya perubahan teknologi yang sekaligus menuntut kualifikasi tenaga yang berbeda-beda, sehingga tidak mungkin mengadakan estimasi yang akurat tentang kualifikasi tenaga kerja pada masa akan datang
d)   Tenaga kerja terjerat dalam pola pikir yang sempit karna asumsi bahwa ekonomi menciptakan kebutuhan tenaga kerja sedangkan pendidikan bersifat pasif mengikutinya
3.    Pendekatan nilai imbalan
Pendekatan ini mengatasi alokasi sumber dana nasional yang terjadi pada pendekatan social dan tenaga kerja. Masalah ini diatasi dengan mencari keseimbangan antara keuntungan dan kerugian dari alternative yang dipilih. Mencari alternative dan mengkaji tentang biaya dan manfaat yang diperoleh kemudian memilih alternative yang dirasa paling menguntungkan.
Pendekatan ini mempunyai kelemahan:
a)    Data dasar yang akurat untuk menghitung untung rugi dalam dunia pendidikan sangat sulit, terutama yang menyangkut taksiran biaya peserta didik
b)   Sangat menghitung keuntungan yang diperoleh akibat pendidikan masa mendatang. Makin tinggi tambahan pendapat yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan selama mengikuti pendidikan, maka alokasi semakin baik. Namun hal ini berakibat adanya perbedaan tingkat atau jenis pendidikan dimasa lalu dan masa mendatang
c)    Kemungkinan mereka tertarik pada analisis statistik akan mengatakan bahwa tambahan pendapatan yang diperoleh diluar factor pendidikan dapat dipisahkan melalui penelitian itu dilakukan secara benar namun belum membri kepastian yang mutlak. [5]
E.   Proses Perencanaa
1.    Tahap perencanaan, meliputi:
a)    Menciptakan atau mengadakan badan atau bagian yang bertugas dalam melaksanakan fungsi perencanaan
b)   Menetapkan prosedur perencanaan
c)    Mengadakan reorganisasi struktural internal administrasi agar dapat berpartisipasi dalam proses implementasinya
d)   Menetapkan mekanisme serta prosedur untuk mengumpulkan dan menganalisa data yang akan diperlukan dalam perencanaan
2.    Tahap perencanaan awal
Membandingkan output yang diharapkan dengan apa yang telah dicapai sekarang untuk mengetahui apakah rencana yang dilaksanakan relevan, efektif dan efesien.
3.    Tahap formulasi rencana, meliputi:
a)    Menyiapkan seperangkat keputusan yang diambil oleh pemegang otoritas
b)   Menyediakan pola dasar pelaksanaan yang menjadi pegangan berbagai unit organisasi yang bertanggung jawab dalam implementasi keputusan
4.    Tahap elaborasi rencana, meliputi:
a)    Membuat program
Membagi rencana kedalam beberapa program pelaksanaan dengan tujuan spesifikasi masing-masing
b)   Identifikasi dan formulasi proyek
Program terbagi dalam beberapa proyek yang diidentifikasikan secara tuntas agar dapat dilaksanakan. Formulasi proyek merupakan tugas merinci siapa pelaksana, berapa biaya, jangka waktu, dan hal-hal yang dianggap perlu
5.    Tahap implementasi rencana
Pada saat ini perencanaan bergabung dengan proses pelaksanaan atau menajemennya. Sumber-sumber daya manusia, dana, dan materil dialokasikan, jadwal dan waktu ditetapkan, pelaksanaan proyek, pemberian tugas dan sebagainya
6.    Tahap evaluasi dan perencanaan ulang
Evaluasi memberikan 2 makna:
a)    Memberikan gambaran tentang kelemahan rencana
b)   Sebagai bahan diagnosis dan sebagai bahan dalam membuat rencana ulang
F.   Jenis perencanaan
1.    Menurut Besaran atau magnitude:
a.    Perencanaan Makro
Perencanaan yang mempunyai telaah nasional, yang menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh, tujuan yang ingin dicapai, dan cara-cara yang dicapai dalam mencapai tujuan tersebut
b.    Perencanaan Meso
kebijakan yang ditetapkan dalam perencanaan macro dijabarkan dalam program-program yang lebih kecil. Perencanaan ini bersifat operasional sesuai keadaan daerah, departemen dan unit lainnya
c.    Perencanaan Mikro
Perencanaan yang lebih spesifik dari perencanaan meso yang memperhatikan karakteristik lembaga pendidikan
2.    Menurut Telaahnya :
a.    Perencanaan Strategi
Berkaitan dengan penetapan tujuan, pengalokasian sumber-sumber dalam mencapai tujuan dan kebijakan yang dipakai sebagai pedoman
b.    Perencanaan Manajerial
Perencanaan yang ditujukan untuk mengarahkan proses pelaksanaan agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efesien
c.    Perencanaan Operasional
Memusatkan perhatian pada apa yang akan dikerjakan pada tingkat pelaksanaan dilapangan dari rencana menejerial
3.    Menurut Jangka Waktunya :
a. Perencanaan Jangka Panjang: 10-25 tahun
b. Perencanaan Jangka Menengah: 4-10 tahun
c. Perencanaan Jangka Pendek: 1-3 tahun



BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Menurut Kaufman perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai
 Dengan demikian, perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mendahului pelaksanaan, mengingat perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan kemana harus pergi dan mengidentifikasikan persyaratan yang diperlukan dengan cara yang paling efektif dan efisien.
B.   Saran
Demikianlah makalah ini penulis buat, untuk meyempurnakan makalah yang sederhana ini penulis sangat mengharapkan saran dan krtik dari pembaca agar tersempurnanya makalah ini.
Akhir kata mudah-mudahan makalah ini dapat member manfaat untuk pemabaca khususnya untuk penulis sendiri. Terimakasih



DAFTAR KEPUSTAKAAN

Harjanto, (2008), Perencanaan Pengajaran, Jakarta : Rineka Cipta
Http://Manfaat-Perencanaa-Pengajaran-Ipank-Review-blog.htm




[1] Harjanto, perencanaan pengajaran. Hlm.2
[2] Http://Defenisi-Perencanaan-Pengajaran-Menurut-Para-Ahli.htm
[3] Harjanto,…Hlm.4-5
[4] Http://Manfaat-Perencanaa-Pengajaran-Ipank-Review-blog.htm
[5] Harjanto,…Hlm.11-14